Menu

Mode Gelap
Percepatan Penerapan SPBE, Diskominfo Kukar Launching Proper Lobiku Gelar Bimtek Sertifikasi TPP, Bupati Kukar Berharap Tidak Ada Lagi Desa Tertinggal Gelar Rakerkot, Wushu Samarinda Bahas Persiapan Porprov dan Program Regenerasi Atlit 56 tahun Jenderal Andap, Terus Berkarya Dan Berinovasi Pengukuhan PW KBB Jatim, Irianto Lambrie : Warga Banjar Harus Rakat, Kuat serta Bermartabat

DISKOMINFO KUKAR · 30 Apr 2023 04:03 WITA ·

Desa Perangat Baru Miliki Potensi Pengembangan Produk Kopi Luwak


 Foto : Bupati Edi Damansyah saat mengunjungi lahan perkebunan kopi di Desa Perangat Baru.
Perbesar

Foto : Bupati Edi Damansyah saat mengunjungi lahan perkebunan kopi di Desa Perangat Baru.

Kutai Kartanegara – Desa Perangat Baru yang berada di Kecamatan Marangkayu dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil kopi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Bahkan Desa Perangat Baru juga memiliki komoditi unggulan dari perkebunan kopi tersebut, yakni Kopi Luwak.

Bahkan diketahui bahwa Kopi Luwak di Desa Perangat Baru juga mampu menarik minat dari berbagai daerah. Tak hanya dari Pulau Kalimantan saja, melainkan juga hingga ke pulau Bali.

“Sebenarnya banyak yang minat dengan kopi luwak desa kami, hanya saja baru 2 hektare saja yang maksimal memproduksi, jadi masih terbatas untuk dipasarkan ke luar. Saat ini masih di pasarkan lokal saja,” ucap Kepala Desa Perangat Baru, Fitriati saat dikonfirmasi Rabu (19/4/2023).

Melihat potensi itu, Pemerintah Desa (PemDes) Perangat Baru pun berencana untuk mengembangkan sektor perkebunan kopi luwak guna meningkatkan perekonomian warga di sana.

Diketahui, Kopi Luwak dari Desa Perangat Baru dapat terjual dengan harga yang cukup fantastis yakni dikisaran Rp 4,5 juta per kilogramnya.

Kepala Desa Perangat Baru, Fitriati mengatakan bahwa potensi itulah yang dilihat oleh PemDes untuk dijadikan program khusus dari desa.

“Saat ini jumlah petani kopi yang ada di desa kami ada sekitar 50 orang, mereka sudah melakukan penanaman kopi,” ungkapnya.

Walaupun mempunyai potensi yang terbilang besar, namun Fitriati mengungkapkan bahwa pihaknya belum bisa menghasilkan banyak kopi luwak. Sebab, tanaman kopi di desanya baru sekitar dua hektare saja yang aktif memproduksi di atas lahan seluas 25 hektare.

Untuk itu, PemDes Perangat Baru merencanakan akan bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memaksimalkan pengelolaan produksi kopi luwak. Tujuannya agar dapat meningkatkan perekonomian petani kopi di Desa Perangat Baru.

Sehingga, diharapkan nantinya kopi luwak Desa Perangat Baru dapat membantu menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes)

“Nanti setelah berjalan ini akan dikelola BUMDes yang akhirnya jadi PADes,” pungkasnya. (Adv/Desa/Kelurahan)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kades Beringin Agung Apresiasi Respon Cepat Tanggap Edi-Rendi Realisasikan Aspirasi Warganya

19 Juli 2023 - 13:12 WITA

Berlangsung Meriah, Kegiatan Expo Peringatan HKG PKK Ke-51 Kaltim di Kukar Resmi Dibuka

18 Juli 2023 - 23:58 WITA

Anggarkan Rp 15 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur Perikanan, Rendi Solihin Berharap Daya Saing Dan Produktifitas Nelayan Meningkat

14 Juli 2023 - 14:27 WITA

Petani Apresiasi Respon Cepat Kepedulian Pemkab Kukar Atasi Kelangkaan Pupuk

11 Juli 2023 - 15:26 WITA

Pemkab Kukar Salurkan 50,7 Ton Pupuk Di Samboja Barat, Rendi : Bulan Depan Kita Berikan Bantuan Alsintan

9 Juli 2023 - 08:12 WITA

TBC Serang Balita  Butuh Solusi Komprehensif

8 Juli 2023 - 08:04 WITA

Trending di Uncategorized